Singkatan Rawan Plesetan February 4th, 2013

Arje = Abdurrahman Jelek

Arje = Abdurrahman Jelek

Di negara kita, singkatan sudah jadi budaya. Bahkan kita pernah memiliki Presiden (Soekarno) yang sangat pandai  menciptakan  singkatan, contohnya:  berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), manipol (manifestasi politik), nekolim (neo kolonialisme), nasakom (nasionalis, agama, dan komunis), dan banyak lagi. Konon nama anak pertamanya,  GUNTUR,  singkatan dari ‘Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat’.

Para siswa  kita pun sangat mahir membuat singkatan. Bisa dilihat dari kreativitas mereka membuat singkatan nama sekolah maupun tempat nongkrong. Contohnya: SMU Sesat (Sejahterah Satu),  SMU Maut (Manggarai Utara), SMU Kasar (Kartika Sari), Stadela (Stasiun Depok Lama), Amigos (agak minggir got sedikit), dan sebagainya.

Kelemahan Singkatan

Penggunaan singkatan biasanya untuk memudahkan mengingat nama atau istilah yang terlalu panjang, misalnya:  Soesilo Bambang Yudhoyono disingkat SBY, Partai Damai Sejahterah (PDS), Golongan Karya (Golkar), Abdurrahman Jemat (Arje),  Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP), dan sebagainya.

Namun tidak ada hak cipta dan hak paten tentang singkatan, sehingga bisa digunakan siapa saja dan untuk keperluan apa saja. Contohnya TPI,  bisa untuk: Televisi Pendidikan Indonesia,  Team Pembela Islam, atau Tempat Pelelangan Ikan.   PIN, bisa:  Pusat Informasi Nasional atau Pekan Imunisasi Nasional. Juga ARB, bisa Aburizal Bakrie, tapi bisa Anak Rawa Buaya.

Singkatan juga  sangat rawan diplesetkan. Contoh: UUD (Ujung-Ujungnya Duit), KUHP (Kasih Uang Habis Perkara), IAIN (Ingkar Allah Ingkar Nabi), UPH (Universitas Pengeruk Harta atau Uang Papa Habis),  UMB (Universitas Mangga Besar), STIA (Sekolah Tidak Ijazah Ada), IKJ (Institut Kelainan Jiwa).

WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar atau Wanita Thamrin Sudirman), PKK (Perempuan Kurang Kerjaan),  IWAPI (Ikatan Wanita Penggoda Iman), PSK (Pedagang Sate Kiloan), BNN (Bandar Narkoba Nasional),  dan sebagainya.

Plesetan PKS

Plesetan paling banyak diciptakan masyarakat untuk PKS (seharusnya Partai Keadilan Sejahterah), terutama  setelah Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaac ditahan KPK karena terlibat kasus suap impor daging. Plesetan PKS tambah marak setelah Anis Matta dan petinggi PKS lainya  menuduh ada konspirasi besar melibatkan Zionis ingin menghancurkan PKS.

Berbagai plesetan tersebut ditulis melalui spanduk, komentar pada berita media,  dan melalui akun jejaring sosial. Contoh plesetan PKS, antara lain:  Partai Korupsi Sapi, Partai Kaum Serakah, Pingsan Keseruduk Sapi,  Partai Korup Sekali, Parte Kok Sapi, Puyeng Ketendang Sapi. Bahkan ada yang memplesetkan ke arah tidak senonoh (tentu tidak pantas ditulis di sini).

Saking banyak dan liarnya plesetan mengenai PKS, maka Ketua DPP PKS, Sohibul Iman secara khusus menghimbau masyarakat agar jangan mengolok-olok nama PKS.

Tags: , , , , ,

This entry was posted on Monday, February 4th, 2013 at 1:50 am and is filed under Serba Serbi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


2 Responses to “Singkatan Rawan Plesetan”

  1. Para siswa kita pun sangat mahir membuat singkatan. Bisa dilihat dari kreativitas mereka membuat singkatan nama sekolah maupun tempat nongkrong. Contohnya: SMU Sesat (Sejahterah Satu), SMU Maut (Manggarai Utara), SMU Kasar (Kartika Sari), Stadela (Stasiun Depok Lama), Amigos (agak minggir got sedikit), dan sebagainya.

  2. Gold Price says:

    Akibat kasus suap impor daging sapi, kini Luthi Hasan Isaaq telah mendapat stigma buruk dimasyarakat dan telah mendapat gelar baru sebagai bandar sapi, lihat saja komentar masyarakat terhadap kasus suap impor daging sapi ini, baik di facebook maupun twitter selalu saja terucap kata plesetan bahwa mantan presiden PKS ini telah berubah menjadi bandar sapi. Kekesalan masyarakat ini karena ada dugaan mahalnya harga daging sapi di pasaran tak lepas dari adanya dugaan permainan kotor yang telah dilakukan di Kementerian Pertanian. Apalagi Menteri Pertanian Suswono adalah satu gerbang pada partai yang sama dengan Luthfi Hasan Isaaq. Kini bandar sapi itu memang telah jadi pesakitan, bahkan saat ini Luthfi telah ditahan dikandang KPK.

Leave a Reply



 
*