Anekdot – Politisi Blusukan Banjir January 18th, 2013

Banjir yang melanda Jakarta menjadi ajang bagi para politisi melakukan kampanye terselubung. Mereka  menggunakan stragegi blusukan ala Jokowi dan SBY.  Secara diam-diam mereka mendatangi lokasi banjir, memberikan bingkisan, lalu kalau ada kesempatan menyisipkan kartu nama.

Politisi busukan eh… blusukan

Malam Jumat paling banyak politisi melakukan blusukan, termasuk Daming (maaf bukan nama sebenarnya dan bukan sebenarnya nama).  Daming mendatangi kampung tempat banjir paling parah.  Kebetulan di sana banyak wartawan meliput, sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan.

Daming juga tidak mau menyia-nyiakan sorotan kamera wartawan. Dia mencari strategi agar tetap menjadi perhatian media.  Daming berusaha masuk ke tempat banjir, dan biyuur, dia menceburkan diri ke air. Sial baginya,  dia terperosok  ke selokan dan terseret derasnya air. Daming berusaha sekuat tenaga melawan arus, tapi tak berdaya, dia hanyut.

Untung regu penolong sangat sigap.  Meski terseret cukup jauh, Daming masih bisa diselamatkan. Dia dibawa ke posko kesehatan dan dibaringkan di bangsal. Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Daming kaget karena orang yang ada di situ,  semuanya dia kenal, para politisi sedang blusukan.  Lebih kaget lagi  ketika dia melihat doa tertulis di dinding: “Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ihlas”.  Daming pingsan!

Tags: , , , ,

This entry was posted on Friday, January 18th, 2013 at 11:19 pm and is filed under Intermezo. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply



 
*